Tuesday, January 1, 2008

Salju dan Kemarau Bagi Angan dan Impian

Aku tahu bahwa mereka akan berjalan melintasi waktu dan ketika jiwaku tertangkap oleh sinar-sinar hatinya, manusia tanpa pahala itu akan tertawa.
Menyadari impian yang lama tersimpan hingga membusuk hanyalah sebuah angan.

Tetapi angan dan impian bukanlah dosa. Bukan dosa seperti yang mereka perbuat sepanjang hayat. Namun angan dan impian lahir karena hasrat. Hasrat yang mencairkan kasih dan cinta kepada sungai-sungai kering. Karena kemarau adalah iblis yang merenggut harapan dari tetes-tetesnya.

Aku hanyalah insan biasa. Dengan noda pada semeter kain putih. Yang seputih salju murni. Yang selalu bertanam pada keyakinan hati.

Hingga ada malaikat yang mengirimkan burung merpati pada aliran tinta.

Di mana sebenarnya aku telah menyadari, bahwa legenda masa depan yang di dongeng oleh leluhur akan menampakkan mutiaranya secara perlahan. Seperti ketika seorang penderita kanker mengikhlaskan helaian rambutnya terbang satu per satu.

Apakah itu yang diinginkan hidup pada makhluk bernyawanya?
Jawabannya hanya tersirat di tiap individu.

Berjalan di ruas tol, tanpa hambatan. Tak ku lihat tantangan. Namun semuanya hanya memiliki satu stasiun.

Aku hanyalah makhluk ciptaan-NYA. Menuai kebahagiaan pada tapakan kalimat pengiring, agar suatu hari bulan dan bintang menghentikanku.

Anisa Widya Kirana_Poppy
Suatu malam di Kemang,Jakarta Selatan_2004

Posted by Poppy in 07:01:54 | Permalink | Comments (1) »