Senyumku
Tatap wajahku baik-baik
Jangan satu detik pun terlewati
Ketika di depan tiang bendera ada yang berkata
“Senyuman palsu! coba terawangi sanubarimu!”
Aku berkilah
“Aku benar-benar tersenyum, sok tahu!”
Ternyata dia keras kepala
“Kau berbohong!”
Jangan satu detik pun terlewati
Ketika di depan tiang bendera ada yang berkata
“Senyuman palsu! coba terawangi sanubarimu!”
Aku berkilah
“Aku benar-benar tersenyum, sok tahu!”
Ternyata dia keras kepala
“Kau berbohong!”
Aku berbohong?
Apakah mataku kini sudah mampu berbohong?
Apakah senyumku kini hanya sebuah riasan?
Apakah sebatang gincu sudah tak berguna lagi?
Dia gila!
(namun dia menguras pemikiranku)
Dia sinting!
(namun dia menyadarkan diriku pada sebuah titik)
Hanya sang surya yang tahu jawaban semua ini
Hanya manusia bersayap malaikat yang membentuk semua ini
Hanya minuman keras yang membuatku kelimpungan
Hanya dunia yang gila ini sebagai penyebabnya